Perkembangan Agama di Australia:
Hindu Terbesar Pertama, Islam Ketiga
Laporan Wartawan Kompas M Nasir
JAKARTA, KOMPAS – Agama Hindu menempati urutan pertama terbesar dalam pertumbuhan antara agama-agama di Australia. Agama Budha menempati urutan kedua terbesar, sedang agama Islam ketiga. Pertumbuhan agama-agama itu terekam dalam lima tahun terakhir sejak 2001 sampai 2006.
Hal itu dikemukakan Faiza El-Higzi, Penasihat National Council for Women Queensland dalam diskusi publik tentang Moslem Education in a Secular State: Australian Experiences di Aula Universitas Prof Dr Hamka (UHAMKA), Jakarta, Senin (29/10).
Diskusi yang juga menghadirkan pembicara Dr Ameer Ali, mantan Presiden Australian Federation of Islamic Councils (AFIC) 2002- 2006, dan Abdul Mu’ti Direktur Executif Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) diselenggarakan UHAMKA dan CDCC Jakarta.
Menurut Faiza, Islam mencapai pertumbuhan ketiga terbesar, yakni 69,4 persen di Australia, Hindu 120,2 persen (terbesar), sementara Budha 109,6 persen. Sedang agama Kristen 0,8 persen, dan Agama Yahudi 11,3 persen.
Akan tetapi tertumbuhan agama-agama itu terkait erat dengan negara-negara dari mana mayoritas migran berasal. ”Kelompok terbesar adalah orang-orang Lebanon dan Turki. ”Orang-orang Asia membentuk 16 persen penduduk muslim di Australia,” kata Faiza.
Yang menjadi pangkal tumbuhnya agama-agama di Australia, kata Faiza, adalah terjaminnya pelaksanaan undang-undang hak asasi manusia. ”Di Australia semua agama dilindungi, warga bebas berbicara, bebas menjalankan tradisi-tradisi dan kepercayaan masing-masing. Pendidikan agama terlaksana seperti biasa, normal. Pemerintah tidak melakukan pengawasan atau kontrol terhadap kurikulum sekolah agama,” tuturnya.
Negara sekular
Australia oleh Faiza dan Ameer Ali dinilai sebagai negara sekuler. Akan tetapi Ameer mengingatkan jangan salah mengartikan negara sekuler. Menurut dia, negara sekuler itu bukan negara anti agama, dan bukan negara yang tidak beragama. Negara sekuler itu memposisikan agama-agama dengan jarak tertentu. Semua agama didekati dengan rasional, pertimbangan logis.
Seperti Australia memberi perlindungan dan kebebasan terhadap agama-agama, semua agama bisa tumbuh. Di Western Australia, misalnya sekarang banyak tumbuh masjid, restoran yang menyediakan makanan halal, sekolah-sekolah Islam, dan tempat-tempat publik yang menyediakan tempat untuk orang Islam melakukan shalat.
http://www.kompas.com/ver1/dikbud/0710/29/181404.htm
Senin, 29 Oktober 2007 – 18:14 wib ![]()
DIarsipkan di bawah: Berita